Family First

Family First

Monday, February 16, 2009

citer seorang pengarah

Subject: Satu Pengajaran ...dipetik dr email

Seorang pengarah yang berjaya jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri sipengarah yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulakan pembicaraan, Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup.

Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu berertinya kau akan meninggal dunia! Kalau hanya mencari 50 orang, itu sangat mudah.' kata si pengarah ini denganyakinnya. Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan bangganya si pengarah bertanya, Apakah esok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah pekerja aku punya lebih dari 1000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan perkara susah.

Dengan lembut si Malaikat berkata, Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoabuatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 minit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.

Tanpa menunggu reaksi dari si pengarah, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layaritu terlihat wajah duka dari sang isteri, di sebelahnya ada 2 orang anakkecil, putera puterinya yang berdoa dengan khusuk dan nampak ada titisan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu kerana doa isterimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu.

Kembali terlihat dimana si isteri sedang berdoa jam 2:00 subuh, Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Akutahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam kerjanya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untukpopularity dan menaikkan namanya saja untuk menutupi perbuatannya yangtidak benar dihadapanMu.

Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau berikan pada kami, mereka masih memerlukan seorang ayah. Hambamu ini tidak mampu membesarkan mereka seorang diri. Dan setelah itu isterinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan cengkung kerana kurang rehat. Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengarah ini.

Timbul penyesalan bahawa selama ini bahawa dia bukanlah suami yang baik. Dan bukan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta isteri dan anak-anak padanya. Waktu terus berlalu, waktu yang dia miliki hanya 10 minit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengarah ini,penyesalan yang luarbiasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10minit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan sedihnya dia bertanya, Apakah diantara pekerjaku, kaum kerabatku, teman kerja ku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku? Jawabsi Malaikat, Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak ikhlas.Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu mementingkan diri, sombong, mengainaya pekerja,kejam, ego dan bukanlah pihak atasan yang baik.

Bahkan kau sanggup memecat pekerja yang tidak bersalah dan yang tidak setimpal dengankesalahannya. Si pengarah tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si isteri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur dikerusi hospital dan si isteri yang kelihatan lelah juga tertidur dikerusi sambil memangku si bongsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00,tiba-tiba si Malaikat berkata, Anakku, Tuhan melihat air matamu danpenyesalanmu! ! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoabuatmu tepat jam 24:00. Dengan hairan dan tidak percaya, si pengarahbertanya siapakah yang 47 orang itu. S ambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Pusat Asuhan Anak Yatim? kata si pengarah perlahan. Benar anakku,kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walauaku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari populariti saja dan untuk menarik perhatian kerajaan dan pelawat luar negeri. Pagi tadi , salah seorang anak pusat asuhan tersebut membaca di suratkhabar bahawa seorang pengarah terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU.

Setelah melihat gambar di surat khabar dan yakin kalau orang yang sedang koma adalah kamu, orang yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak yatim pusat asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

Kuasa Doa Doa sangat besar kuasanya. Kita malas. Tidak ada waktu. Beban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabatlama/keluarga, kita fikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnyakita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalamkeadaan memerlukan doa dari orang-orang yang mengasihi dia. Disaat kitaberdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita boleh melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilahperbuatan menyakiti orang lain. Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain. Kerana pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan fizikal dan hartanya,tapi dari kekuatan hatinya.

Katakan ini dengan perlahan,

''Ya TUHAN saya mencintai-MU dan memerlukan- MU, datang dan terangilah hati kami. Ya Allah aku mohon pertolonganMu, jadikanlah aku ini hambaMu yang soleh, Ya Allah aku mohon pertolonganMu, jadikanlah aku ini hambaMu yang taat pada Mu, taat pada RasulMu s.a.w., taat pada kedua orangtuaku, ayahbonda ku tercinta, taat kepada semua guru murshidku yang telah membimbingku menuju jalan sampai kepada Mu. Ya Allah aku mohon pertolonganMu, jadikanlah aku ini hambaMu yang bijaksana hikmah yangdibekali olehMu ilmu yang menjadikan teguh pendirianku dalam bertaqwamengabdikan diri pada Mu dengan penuh rasa syukur atas segalanikmat-nikmatMu wahai Tuhan yang berbelas kasih. " ..


" wahai tuhan ku, aku tak layak kesyurgamu ...namun tak pula akusanggup keNerakamu.. .......,kami lah hamba yang mengharap belas darimu........Ya Allah jadikan lah kami hamba2 mu yang bertaqwa.... ..ampunkandosa2 kami, kedua ibubapa kami, dosa semua umat2 islam yang masihhidup mahupun yang telah meninggal dunia,

No comments:

Post a Comment